archives

Air Traffic Services

This tag is associated with 3 posts

Studi Kasus AFIS ke ADC: Peningkatan Pelayanan vs Implementasi Class Airspace

Beberapa bulan terakhir, terutama setelah terjadinya kecelakaan pesawat Trigana di Oksibil (16 Agustus 2015), isu tentang pelayanan navigasi penerbangan di bandara terpencil (remote) mengemuka. Menteri Perhubungan bereaksi dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 131 Tahun 2015 tentang tentang Peningkatan Pelayanan Navigasi Penerbangan. Peraturan ini memberikan acuan bahwa bandara yang memiliki pergerakan pesawat diatas 10 perhari ditingkatkan statusnya dari AFIS menjadi ADC. Peraturan ini juga menyebutkan klausul bahwa “Pelayanan jalur penerbangan pada pelayanan navigasi penerbangan diutamakan dilakukan secara instrumen (IFR?)”. Continue reading

Advertisements

Air Navigation Charges 202: ANC Implementation in Indonesia

Artikel ini merupakan lanjutan dari Air Navigation Charges 101: Introduction, yang menjelaskan lebih luas mengenai implementasi air navigation charges di Indonesia. Dimana kedua artikel merupakan rangkaian dari trilogi artikel ANC yang akan ditutup dengan artikel terakhir Air Navigation Charges 303: Building an Air Navigation Charges Financial and Pricing Model. Continue reading

Air Navigation Charges 101: Introduction

Hingga saat ini masih sering terdengar komentar murahnya tarif navigasi penerbangan (air navigation charges) di Indonesia dibanding di Australia. Secara kasat mata tarif navigasi penerbangan enroute di Indonesia yang “hanya” $0.65 (enam puluh lima sen US Dollar) per route unit, jauh lebih rendah dibanding tarif navigasi penerbangan enroute Australia sekitar $4 (empat US Dollar) per route unit. Apalagi bila dibandingkan dengan tarif enroute di beberapa negara Eropa yang tergabung dalam Eurocontrol yang berkisar €70 (tujuh puluh euro) per route unit. Apakah benar tarif navigasi Indonesia amat sangat murah? Continue reading

BlogStats

  • 62,755 hits

Arsip

Advertisements