you're reading...
Air Traffic Control, Lain-lain

Tujuh Mitos Air Traffic Controller


Mitos atau dalam bahasa Inggris myth, menurut wiktionary termasuk “A belief or story that illustrates a cultural ideal”.  Suatu keyakinan atau cerita yang dipercaya oleh masyarakat umum namun sebenarnya memiliki fakta yang berbeda.

Berikut adalah beberapa mitos yang mengenai profesi air traffic controller:

1.  Controller tidak membawa pekerjaan ke rumah

Secara fisik mengontrol pesawat memang tidak bisa dikerjakan di rumah, entah kalo ada yang pernah bawa pulang radio frekuensi.  Namun seorang controller yang melakukan kesalahan saat bekerja, bisa dipastikan menderita stres atau depresi dengan tingkatannya tergantung tingkat kesalahannya.

Contoh: telat koordinasi yang menyebabkan breakdown of coordination, dengan Brisbane misalnya, bisa membuat perasaan kurang enak (atau gemes) saat pulang ke rumah.  Namun kesalahan vektor pesawat hingga menyebabkan nearmiss (hampir tabrakan) bisa menyebabkan sang controller depresi hingga tidak enak makan atau tidur.

Ini sebabnya peribahasa favorit controller adalah “Sky is vast but no room for error”.  Bagaimana tidak sedikit kesalahan dapat membuat makan sushi terasa hambar😉

2.  Controller jago berbahasa Inggris

Hanya karena sehari-hari ngobrol dengan pilot di frekuensi pake bahasa inggris belum tentu controller jago bahasa inggris beneran.  Karena bahasa Inggris yang digunakan controller dalam kegiatan sehari-hari adalah bentuk baku yang disebut phraesology, misalnya clear to land, clear for take off, dan lain-lain.

Berikut contoh phraesology yang terdengar keren ditelinga orang biasa:

  •  Cathay one zero three confirm require higher level before Onoxa?
  •  Jetstar two two zero, due to traffic ahead, requirement maintain mach point eight zero or less
  •  Silk air one nine four turn right heading one zero zero vectoring for localizer runway two seven.

 Sepertinya keren kan?

3.  Controller gampang dapat tiket gratis

Meski sehari-hari controller berhubungan erat dalam berkomunikasi dengan penerbang namun perusahaan tempat controller bekerja berbeda dengan perusahaan penerbangan.

Pepatah “There is no free lunch” pun berlaku di dunia penerbangan.

4.  Controller dapat libur lebih banyak

Di perusahaan yang mempekerjakan controller di Indonesia, jatah libur tahunan pekerja dengan jadwal shift tidak dibedakan dengan pekerja jam kantoran,  Namun yang pasti disaat pekerja kantoran (office hours) mendapat jatah libur bersama yang ditetapkan pemerintah, controller dan pekerja shift lainnya tidak memperoleh jatah yang sama atau kompensasi libur pada hari lainnya.

5.  Controller paham segala yang berhubungan dengan teknologi tinggi

Kisahnya mirip mitos berbahasa Inggris tapi  disini topiknya teknologi.  Kebanyakan controller yang bekerja di depan layar radar, sambil ngobrolin ADS/CPDCL dan keliatan sibuk klak klik sana sini :p

ADS : Automatic Dependen Surveilance (radar rasa baru)

CPDLC : Controller Pilot Data Link Communication (dimana controller bisa texting sama pilot untuk komunikasi)

6.  Controller adalah pekerjaan profesional

Entah apa definisi yang anda yakini mengenai profesional, namun menurut ISCO (International Standards Classification of Occupation) – klasifikasi pekerjaan berdasarkan standar internasional – air traffic controller, termasuk penerbang, photografer, teknisi penerbangan masuk dalam klasifikasi ketiga yaitu Technician and Associate Professional.  Hanya setingkat lebih tinggi dari klasifikasi keempat yaitu buruh (clerks).

Jadi siapa yang masuk klasifikasi profesional: Ilmuan, Dokter, Dosen, Ekonom, Akuntan, Hakim, Pustakawan dsb.

Lihat Daftar ISCO tahun 88

7.  Controller adalah pekerjaan yang aman

Bila masih percaya bahwa controller merupakan pekerjaan yang aman, baca fakta dibawah di postingan ini

Dari Pidana hingga Pembunuhan: Controller (seharusnya) Juga Manusia


About Setio Anggoro

#antihero

Discussion

2 thoughts on “Tujuh Mitos Air Traffic Controller

  1. jangan lupa juga..
    atc sering cuman dijadiin batu loncatan.biss ga mendukung sikon kerjanyanya yaaa…
    disuruh gawe profesional gaji cuman kaki lima..adduuhh!!
    faktanya mesti ditambah bung
    hehe..

    Posted by broer | March 10, 2009, 01:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BlogStats

  • 45,250 hits

Arsip

%d bloggers like this: