you're reading...
Air Traffic Control

Mempopulerkan Profesi Air Traffic Control

A journey of a thousand miles must begin with a single step
~Lao Tzu

Air traffic control adalah salah satu profesi termuda di dunia.  Seperti profesi modern lainnya, air traffic control telah berkembang dari kesederhanaan menuju kompleksitas & teknologi tinggi nan canggih.  Profesi ini tidak ditemukan (discovered) atau diciptakan (invented), tapi berevolusi secara bertahap, didorong oleh kebutuhan.  Walau sedikit berbeda pada tiap tempat, prinsip dasarnya tetap sama, mulai dari yang  menggunakan teknologi tinggi seperti radar dan satelite maupun yang masih menggunakan prosedur konvensional dan radio frekuensi peninggalan perang dunia II.  Air traffic control adalah suatu ilmu (beberapa orang juga bilang seni) mengenai cara memberikan jarak yang aman antar pesawat terbang sekaligus pada saat yang sama memberikan keteraturan dan efisiensi.

Meskipun saat ini peran air traffic control sangat dibutuhkan, masih banyak orang yang tidak mengenal profesi air traffic control.  Beberapa menganalogikan air traffic control dengan menara (termasuk Menhub Hatta Rajasa pada saat diwawancarai TV mengenai kecelakaan Mandala di Pontianak ditahun 2006).  Lebih parah lagi jika menyamakan air traffic control dengan petugas parkir pesawat di apron (marshalling officer).  Bagi seorang ATCO (air traffic control officer atau controllers) lebih mudah untuk duduk dan bekerja daripada harus menjelaskan dengan kata-kata apa itu air traffic control kepada orang awam.

Air traffic control adalah pekerjaan dengan keterampilan khusus yang memiliki resiko tinggi dan kecepatan pengambilan keputusan ditentukan detik perdetik (by seconds). Most controllers are proud to be an air traffic controller, dan mereka ingin meneriakkan hal itu kepada dunia jika bisa.

Apa itu air traffic control?

ATC atau air traffic control adalah suatu ilmu (beberapa orang juga bilang seni) mengenai cara memberikan jarak yang aman antar pesawat untuk mencegah terjadinya tabrakan sekaligus pada saat yang sama menjamin keteraturan dan efisiensi penerbangan.

Dalam bekerja sebagai air traffic control diperlukan lisensi dan rating yang sesuai dengan unit tempatnya bekerja. Untuk bekerja di unit ADC diperlukan lisensi junior ATC dan untuk unit APP & ACC harus memegang lisensi senior ATC. Lisensi tersebut harus selalu diperbaharui ulang (recurrent) setiap 3 tahun sekali oleh DGAC, dan ujian rating (performance check) diadakan setiap setahun sekali oleh di lokal bandara tempat rating diambil

Untuk menjadi air traffic controller, diperlukan syarat minimal lulus SMU dan mengambil jurusan Pemandu Lalu Lintas Penerbangan di sekolah- sekolah yang mendidik ATC seperti STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) di Curug, Tangerang maupun ATKP (Akademi Teknik & Keselamatan penerbangan) yang ada di Medan, Palembang, Surabaya dan Makassar.

Secara garis besar, unit pada air traffic control terbagi menjadi 3:

Aerodrome Control Tower (ADC) melakukan pengaturan terhadap pesawat (traffic) secara visual disekitar bandara; manoevring area dan movement area seperti apron (tempat parkir pesawat), taxiway, runway (landasan) dan sekitarnya. Unit ADC biasanya adalah bagian dari ATC service yang paling populer, karena unit ADC bekerja di tower dan gedung tower merupakan landmark bagi sebuah bandara.

Approach Control Office (APP) memandu pesawat yang berangkat dan mendarat pada suatu bandara. Di unit ini traffic dikelola secara berkesinam-bungan dan simultan sehingga landasan dapat digunakan secara efisien. Unit ini juga bertugas menentukan urutan datang maupun berangkat.

Area Control Center (ACC) memandu pesawat terbang lintas (overflying) dari satu bandara ke bandara lain pada ketinggian diatas 24.500 kaki. Pada negara yang memiliki wilayah udara yang luas, seperti Indonesia, Unit ACC dibagi menjadi beberapa sektor guna efisiensi ruang udara dan menurunkan beban kerja controller.

Merupakan tanggung jawab kita untuk mengembangkan profesi ini kedepan.  Mungkin mempopulerkan juga ada diantaranya.  Jangan dianggap beban atau pekerjaan tambahan, tapi sebagai esprit de corps yang akan membuat kita semakin kompak dan cinta pekerjaan ini.

GO AHEAD!

About Setio Anggoro

#antihero

Discussion

4 thoughts on “Mempopulerkan Profesi Air Traffic Control

  1. apakah jika ingin menjadi seorang air traffic controller harus menempuh sekolah penerbangan atau mungkin ada kursus atau pelatihannya ?

    Posted by krp | August 29, 2013, 12:16
  2. keren bro

    Posted by hirotakahara | January 14, 2014, 20:58
  3. Min sekolah atc swasta yang Bagus dimana ya?

    Posted by iza | October 24, 2016, 07:00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BlogStats

  • 45,250 hits

Arsip

%d bloggers like this: