you're reading...
Air Navigation Indonesia, Air Traffic Control, IATCA, Penerbangan Umum

Struktur Organisasi untuk PPNPI (Bagian I)

Mayoritas air traffic controller se-Indonesia memimpikan adanya penyatuan pelayanan lalu lintas udara sejak isunya bergulir  tahun 1995 (blueprint ATS Indonesia) hingga terbitnya Undang-Undang No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Meski hingga kini belum terbentuk, namun berita tentang PPNPI (Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) semakin santer.  Yang menjadi perhatian saat ini adalah “isi” dari perusahaan tersebut.

Tidak banyak dokumen yang beredar baik dari pemerintah (Kementrian Perhubungan maupun BUMN) atau ATS Provider (Angkasa Pura I & II) yang menggambarkan sistem pengorganisasian PPNPI seperti  status pegawai, sistem penggajian (remunerasi), proses transfer dan lain sebagainya.

Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) yang sejak awal berusaha mengawal berdirinya PPNPI, mencoba memberi masukan kepada departemen terkait mengenai “isi” PPNPI dengan membentuk task force pada tahun 2009.  Task force ini mempunyai tugas membuat kajian yang membahas 3 bidang, yaitu: remunerasi, SDM (status kepegawaian, pola pendidikan & pola karir dan struktur organisasi) serta transisi operasional.

Tiga artikel bersambung berikut ini akan mencoba menjelaskan analisis sederhana yang digunakan dalam kajian mengenai struktur organisasi.  Bagian pertama memaparkan teori organisasi yang dijadikan acuan, bagian kedua akan menganalisis kondisi struktur yang sekarang digunakan Angkasa Pura dan DGCA, dan bagian ketiga menjelaskan alasan dan argumentasi akan struktur yang diajukan.

Sebelum memulai kajian,  beberapa pertanyaan mendasar yang diajukan kaitannya dengan permasalahan tersebut, antara lain:

  1. Apakah struktur yang ada sekarang (Angkasa Pura I/II atau DGAC) akan digunakan kembali?
  2. Seberapa dalam struktur yang akan dianalisis, apakah hanya kantor pusat? hingga ATS center seperti Jakarta & Makassar? atau sampai ke cabang bandara-bandara kecil?
  3. Bagaimana transisi para pemegang jabatan dari struktur sekarang ke struktur baru?
  4. Karena 3 bidang task force bekerja secara paralel, bagaimana menyinkronisasikan hasil kajian struktur organisasi dengan kajian remunerasi?

Dengan segala keterbatasan tim dan individu, kajian IATCA setidaknya dapat memberikan masukan pengorganisasian PPNPI dari persfektif air traffic controller.  Silahkan (mencoba) menikmati artikel ini, sebelumnya saya mohon maaf apabila bahasa yang digunakan sangat kering dan tidak menarik :)

Bagian I.  Desain Struktur Organisasi

Apa yang anda bayangkan bila mendengar kata “struktur organisasi”?  Gedung perkantoran atau orang rapat atau bagan kotak-kotak?

Struktur organisasi merupakan konsep abstrak.  Struktur organisasi tidak dapat dilihat dengan mata, namun dapat dirasakan keberadaan unsur-unsurnya pada lingkungan organisasi.  Para ahli memiliki beberapa perbedaan pendapat mengenai unsur-unsur pembentuk  suatu struktur organisasi, namun secara umum unsur yang dominan adalah:

  1. Pembagian Kerja.  Adalah upaya untuk menyederhanakan keseluruhan kegiatan dan pekerjaan organisasi menjadi lebih sederhana dan spesifik.  Misalnya dalam bisnis air traffic service, pekerjaan dibagi menjadi pengelolaan lalu lintas udara (produksi), teknik pendukung, penagihan, administrasi pendukung dan lain sebagainya.
  2. Departementalisasi.  Setelah pekerjaan dispesifikkan, kemudian pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis, misalnya: departementalisasi berdasarkan produk, area, fungsi, dsb.
  3. Hirearki. Setelah departemen terbentuk, kemudian ditentukan hubungan /relasi antar departemen/unit tersebut. Ada 2 konsep penting yang perlu diperhatikan yaitu:
    Garis Perintah (chain of command) yang menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki yang paling tinggi misalnya hingga hirarki yang paling rendah. Garis Perintah juga menjelaskan bagaimana batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana.
    Rentang Kendali (span of control).  Terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu.
  4. Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.  Termasuk dalam koordinasi adalah proses sentralisasi atau desentralisasi dalam pengambilan keputusan.

Untuk mendapatkan formula yang tepat dalam menentukan dimensi tiap unsur diatas diperlukan  analisis yang sering disebut Desain Organisasi.  Desain organisasi adalah proses memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi dan lingkungan tertentu.

Salah satu teori desain organisasi yang sering digunakan adalah teori Henry Mintzberg dalam Structures in Fives: Designing Effective Organizations (1983).   Mintzberg menyatakan bahwa setiap organisasi mempunyai lima bagian dasar, dan bentuk struktur organisasi itu akan ditentukan oleh dominasi salah satu dari lima bagian dasar diatas tersebut berdasarkan jenis bisnis atau lingkungannya.  Kelima bagian tersebut adalah:

  • The operating core. Adalah para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi barang  dan/atau jasa yang dihasilkan.
  • The strategic apex.  Yaitu para eksekutif atau manager tingkat puncak yang memiliki tanggung jawab keseluruhan organisasi.
  • The middle line.  Yaitu para manajer lini tengah yang menjadi penghubung antara operating core dengan strategic apex.
  • The technostructure. Adalah para analis yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membentuk sistem kerja dan standardisasi prosedur dalam organisasi.
  • The support staff.  Yaitu orang-orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.

Desain suatu organisasi akan ditentukan oleh dominasi salah satu dari lima bagian dasar diatas berdasarkan jenis bisnis atau lingkungannya. Secara singkat, kaidah yang berlaku adalah sebagai berikut:

  1. Jika strategic apex yang dominan maka kontrol tersentralisasi dan organisasi tersebut merupakan struktur yang sederhana.
    Struktur sederhana adalah struktur organisasi yang hanya memiliki dua tingkatan yaitu pemilik dan pekerja.  Struktur sederhana digambarkan sebagai sebuah organisasi yang datar, dengan operating core yang organik dan hampir semua orang melapor kepada seorang strategic apex.   Misalnya rumah makan skala kecil dimana pemilik merupakan penentu segala kebijakan yang langsung berkaitan dengan para pegawainya seperti tukang masak, pelayan atau kasir.
  2. Jika kontrol berada di operating core, maka keputusan akan terdesentralisasi dan hal ini menciptakan suatu birokrasi profesional.
    Birokrasi profesional diciptakan untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mempekerjakan spesialis yang sangat terlatih, sambil tetap memperoleh efisiensi dan kebebasan kerja (desentralisasi) untuk menerapkan keahlian mereka.  Birokrasi ini mendorong menajeman puncak untuk melepaskan tingkat kontrol yang cukup banyak, sehingga para profesional mendapatkan kebebasan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan efektif.  Contoh birokrasi profesional adalah perusahaan hukum atau arsitek dimana para spesialis diberi kebebasan luas dalam bagian produksi.
  3. Jika kontrol berada pada middle management, maka akan diketemukan kelompok dari unit otonomi yang bekerja dalam sebuah struktur divisional. 
    Struktur divisional meletakkan kekuasaan pada manajemen menengah.  Para manajer menengah tersebut diberi kebebasan untuk mengatur divisi mereka dengan cara yang mereka kira paling baik, selama hal tersebut sesuai dengan pedoman umum yang ditetapkan oleh kantor pusat. Struktur divisional paling cocok digunakan pada organisasi dengan keanekaragaman produk atau area yang sangat luas namun dalam lingkungan yang  tidak kompleks dan tidak dinamis. Misalnya perusahaan multi nasional dengan multi produk atau perusahaan transportasi dengan area sangat luas. Angkasa Pura adalah contoh organisasi dengan struktur organisasi divisional.
  4. Jika para analis dalam technostructure yang dominan, kontrol akan dilakukan melalui standaridasi dalam prosedur sehingga struktur yang dihasilkan adalah sebuah birokrasi mesin.
    Kekuatan dari birokrasi mesin terletak pada kemampuannya melakukan aktivitas yang kompleks dengan standardisasi dengan cara sangat efisien.  Birokrasi mesin mengumpulkan para spesialis bersama-sama menghasilkan economic of scale, meminimalkan duplikasi dari personalia dan peralatan, serta pegawai yang puas dan senang yang mempunyai peluang untuk berbicara dalam “bahasa yang sama” diantara para rekan sejawat mereka.  Kegiatan terpenting dalam struktur mesin adalah kemampuan para teknokrat dalam menciptakan suatu sistem yang efisien dan stabil dalam suatu prosedur. Contoh dari birokrasi mesin adalah pabrik-pabrik dengan kekuatan skala ekonomi.  Misalnya suatu pabrik mobil dimana para pekerja bekerja dengan sistem dan prosedur yang baku dalam menghasilkan produk tertentu.
  5. Apabila suatu organisasi ditentukan oleh situasi atau lingkungan, maka kontrol dilakukan melalui penyesuaian bersama (mutual adjustment) dan timbulah struktur adhocracy (tidak berstruktur).
    Hal ini biasanya terjadi pada organisasi atau kegiatan yang sifatnya temporer misalnya pembuatan film atau theater dimana kadang sutradara juga bertindak sebagai pemain dan sebaliknya.

Bersambung ke artikel bagian II .

About these ads

Discussion

7 thoughts on “Struktur Organisasi untuk PPNPI (Bagian I)

  1. Mantaafff Ler….

    Posted by mpek | April 2, 2012, 17:38
  2. aminn…ditunggu begrakannya mas

    Posted by are | May 8, 2012, 22:32
  3. Mantap bro….

    Posted by ap | October 14, 2012, 19:52
  4. lanjtkan bro..

    Posted by rinolaharto | January 10, 2013, 17:06

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Struktur Organisasi untuk PPNPI (Bagian 2) « Acil's Column - January 23, 2013

  2. Pingback: Selamat datang Air Navigation Indonesia! ONE SKY ONE PROVIDER « Acil's Column - January 28, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 31,590 hits

Arsip

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 972 other followers

%d bloggers like this: